Trump Tuding Iran Sendiri yang Ngebom SD Khusus Putri Shajarah Tayyebeh
Sekolah khusus anak perempuan di Iran rusak berat terhantam rudal di awal Serangan AS-Israel ke Iran
Insiden di sekolah dasar Shajarah Tayyebeh tersebut tercatat sebagai serangan paling mematikan bagi warga sipil sejak agresi gabungan AS-Israel dimulai. Pejabat setempat melaporkan sedikitnya 175 nyawa melayang, mayoritas adalah anak-anak yang tak berdosa. Meski hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, investigasi independen mulai mengungkap fakta yang jauh berbeda dari narasi Gedung Putih.
Investigasi The New York Times (NYT) yang menyisir citra satelit, unggahan media sosial, dan video terverifikasi, menemukan bahwa kerusakan parah di sekolah tersebut disebabkan oleh serangan presisi. Serangan ini terjadi bersamaan dengan gempuran AS ke pangkalan angkatan laut IRGC di dekat Selat Hormuz.
Dalam laporannya pada Kamis (5/3), NYT menuliskan kesimpulan yang menyudutkan militer AS:
“Dan pernyataan resmi bahwa pasukan AS menyerang target angkatan laut di dekat Selat Hormuz, tempat pangkalan IRGC berada, menunjukkan bahwa mereka (AS) kemungkinan besar telah melakukan serangan (sekolah dasar di Minab) tersebut.”
Sangkalan Trump pun kian runtuh setelah media Barat lainnya, CNN, turut menyoroti tragedi ini sebagai indikasi kuat kejahatan perang yang melibatkan keterlibatan langsung Washington dalam pengeboman fasilitas pendidikan tersebut. Dalam laporannya pada Sabtu (7/3), CNN secara lugas menyatakan:
"Analisis menunjukkan AS bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap sekolah dasar di Iran."
Hingga saat ini, klaim Trump bahwa Iran "menyerang rakyatnya sendiri" dianggap oleh banyak pengamat sebagai retorika klasik untuk menutupi dampak fatal dari penggunaan senjata presisi AS di wilayah padat penduduk. Peristiwa ini kini menambah daftar panjang kecaman internasional terhadap operasi militer yang mengabaikan keselamatan nyawa anak-anak.
0 Dilihat
Baca juga

0 Response to "Trump Tuding Iran Sendiri yang Ngebom SD Khusus Putri Shajarah Tayyebeh"
Posting Komentar