Rusia Perkuat Dukungan Militer ke Iran, Balas Dendam ke AS Lewat Drone dan Satelit
Drone baru Iran, Shahed 136-B
Konflik memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Sebagai balasan, Teheran menutup Selat Hormuz. Langkah Rusia dinilai sebagai upaya menjaga sekutu dekatnya agar tetap mampu bertahan menghadapi tekanan militer AS dan Israel.
Menurut laporan Wall Street Journal (17/3/2026), Rusia memberikan komponen drone Shahed yang dimodifikasi untuk meningkatkan sistem komunikasi, navigasi, dan akurasi serangan. Selain itu, Moskwa juga membagikan pengalaman tempur dari perang di Ukraina, termasuk panduan taktis mengenai jumlah drone yang ideal dalam satu operasi serta ketinggian serangan yang efektif.
Seorang perwira intelijen Eropa dan diplomat Timur Tengah menyebutkan bahwa Rusia bahkan memberikan citra satelit secara langsung kepada Iran. Data tersebut berasal dari armada satelit Pasukan Dirgantara Rusia (VKS). Jim Lamson, peneliti di King’s College London sekaligus mantan analis CIA, menegaskan: “Jika ada detail dalam gambar-gambar yang disediakan Rusia, misalnya jenis pesawat tertentu, lokasi amunisi, aset pertahanan udara, dan pergerakan angkatan laut yang memiliki nilai intelijen bagi Iran, itu akan sangat membantu mereka.”
Bantuan ini diduga telah membantu Iran menyerang sistem radar AS, termasuk radar peringatan dini Thaad di Yordania, serta target lain di Bahrain, Kuwait, dan Oman. Pola serangan Iran disebut mirip dengan taktik Rusia di Ukraina, yakni melumpuhkan radar menggunakan drone sebelum meluncurkan rudal.
Nicole Grajewski, profesor di Sciences Po Paris, menambahkan: “Target Iran di Teluk lebih terfokus pada radar serta komando dan kendali.”
0 Dilihat
Baca juga

0 Response to "Rusia Perkuat Dukungan Militer ke Iran, Balas Dendam ke AS Lewat Drone dan Satelit"
Posting Komentar