Sekolah Dasar (SD) putri di Kota Minab Iran yang dihantam rudal AS
Pawarta - Amerika Serikat (AS) mengakui telah salah menargetkan sebuah Sekolah Dasar (SD) Putri di Iran dalam serangan rudal pada 28 Februari 2026. Serangan itu menewaskan lebih dari 170 orang, mayoritas anak-anak. Investigasi awal militer AS menyimpulkan kesalahan terjadi akibat penggunaan data intelijen yang sudah usang.
Sekolah yang menjadi korban adalah SD Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Iran selatan. Bangunan tersebut sebelumnya pernah menjadi bagian dari kompleks militer Iran, namun citra satelit menunjukkan bahwa gedung itu telah lama dipisahkan dan difungsikan sebagai sekolah lengkap dengan lapangan bermain serta mural berwarna.
Laporan media internasional menyebut perencana militer menggunakan koordinat lama dari Defense Intelligence Agency. Akibatnya, rudal Tomahawk menghantam gedung sekolah yang sedang dipenuhi ratusan siswa. Insiden ini menjadi salah satu tragedi sipil terbesar dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Dalam persiapan operasi, militer AS menggunakan Maven Smart System milik Palantir yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk model Claude dari Anthropic, untuk menganalisis data intelijen dalam jumlah besar. Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan manusia. Seorang sumber menegaskan, “Proses penargetan selalu dan harus tetap dilakukan oleh manusia.”
Serangan terhadap sekolah di Minab memicu perdebatan hukum internasional mengenai penggunaan AI dalam perang. Banyak pihak mempertanyakan aspek etika dan tanggung jawab atas tragedi yang menewaskan ratusan anak-anak tak berdosa.
0 Response to "AS Akui Salah Target Serang SD Putri di Iran"
Posting Komentar