Parlemen Iran Sebut Timur Tengah Tak Akan Damai Selama Pangkalan AS Masih Ada di Sana
Pangkalan Udara Al Udeid, Doha, Qatar, 7 September 2021.
"Timur Tengah tak akan damai selama pangkalan Amerika Serikat masih ada di sana. Para pejabat dan rakyat Iran bersatu dalam prinsip ini," ujar Ghalibaf melalui media sosial X, dikutip dari Arab News.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara Teluk. Namun, beberapa jam kemudian Iran kembali meluncurkan rudal dan drone ke arah Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, hingga Bahrain.
Di Arab Saudi, Kementerian Pertahanan melaporkan sebuah rudal balistik jatuh di area tak berpenghuni dekat Pangkalan Udara Prince Sultan, tanpa menimbulkan korban. Sementara itu, UEA menyebut puing-puing serangan menyebabkan kerusakan kecil di fasad menara Dubai Marina. Bahrain melaporkan kebakaran di Manama akibat serangan, sedangkan Kuwait menyatakan tangki bahan bakar di bandara internasionalnya menjadi sasaran drone. Qatar juga mengonfirmasi serangan 10 rudal balistik dan dua rudal jelajah.
Dikutip dari AFP, Dubai sempat menutup bandara utamanya setelah sebuah objek tak dikenal dicegat di dekat lokasi. Rekaman yang diverifikasi memperlihatkan suara drone diikuti ledakan keras dan kepulan asap. Emirates sempat mengumumkan penangguhan penerbangan, namun kemudian melanjutkan operasinya.
Berbagai insiden ini menambah ketegangan di kawasan, memperlihatkan bahwa konflik Iran dengan AS dan sekutu Teluk masih jauh dari kata selesai.
0 Dilihat
Baca juga

0 Response to "Parlemen Iran Sebut Timur Tengah Tak Akan Damai Selama Pangkalan AS Masih Ada di Sana"
Posting Komentar