Pamit Kapten Miswar ke Istri Sebelum Kapalnya Diserang di Selat Hormuz

Kapten Miswar dan Istrinya di kediaman mereka di Kelurahan Pattedong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan Kapten Miswar dan Istrinya di kediaman mereka di Kelurahan Pattedong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan
Pawarta - Suasana haru menyelimuti kediaman Miswar Paturusi, seorang pelaut asal Kelurahan Pattedong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Kapten kapal tugboat yang bekerja untuk perusahaan Abu Dhabi Ports tersebut dilaporkan menjadi korban serangan rudal di kawasan Selat Hormuz, di tengah eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang kian memanas.

Istri Miswar, Marliani Ahmad (47), mengenang komunikasi terakhir dengan suaminya sebelum nakhoda berpengalaman itu bertolak menuju titik penugasan. Saat itu, Miswar meminta restu untuk menjalankan misi evakuasi.

“Bapak sempat sampaikan mau berangkat menjemput kapal yang rusak. Saya hanya bilang hati-hati dan semoga sehat-sehat,” kata Marliani dengan suara lirih saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Senin (9/3/2026).

Miswar, yang telah mendedikasikan dirinya selama 10 tahun di perusahaan pelayaran Abu Dhabi Ports, biasanya bertugas memandu kapal-kapal besar menuju pelabuhan atau menjalankan operasi suplai.

“Biasanya bapak kerja di kapal tugboat, mengarahkan kapal yang mau masuk pelabuhan. Kadang juga kapal suplai. Beberapa kali juga berlayar ke Oman,” ucapnya.

Kabar Buruk dari Perairan Hormuz
Petaka mulai terendus keluarga ketika rekan kerja Miswar menghubungi sang anak melalui telepon. Kabar yang disampaikan sungguh menyentak; kapal yang dinakhodai Miswar dilaporkan terkena hantaman rudal.

“Anak saya ditelepon teman perusahaan bapaknya. Katanya kapal ayahnya kena rudal,” ujarnya.

Meskipun informasi tersebut telah beredar, Marliani mengaku pihak keluarga masih diliputi ketidakpastian karena belum adanya bukti dokumentasi dari lokasi kejadian.

“Belum pernah ada gambar atau video yang kami terima,” tuturnya.

Saat ini, pihak keluarga mulai mendapatkan atensi dari otoritas terkait. Marliani mengonfirmasi bahwa perwakilan pemerintah Indonesia telah menjalin komunikasi aktif untuk memverifikasi data dan alamat lengkap Kapten Miswar.

“Sudah ada informasi dari pemerintah dan perusahaan sejak hari Sabtu. Dari KBRI di Oman dan juga perwakilan perusahaan,” imbuhnya.

Di sisi lain, solidaritas rekan sejawat turut mengalir. Para alumni Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar, tempat Miswar menimba ilmu, kini ikut bergerak bahu-membahu mengumpulkan informasi valid guna membantu keluarga dalam menghadapi situasi sulit ini.
0 Dilihat
Baca juga
X
Komentar
Sembunyikan

0 Response to "Pamit Kapten Miswar ke Istri Sebelum Kapalnya Diserang di Selat Hormuz"

Posting Komentar

 
Back to top

Arymedia Blogger theme. Berminat? Hubungi ARYMEDIA.

Lanjut scroll untuk lanjut baca artikel.