BGN Pastikan Kematian Siswa di Bengkulu Bukan Akibat Program Makan Bergizi Gratis
Nanik menjelaskan, Fatih diketahui pingsan sebelum sempat mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Giri Kencana. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil penelusuran di lapangan.
Ia juga menyebut hasil uji laboratorium oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan seluruh sampel makanan MBG negatif dari bakteri E. coli maupun cemaran berbahaya lainnya seperti boraks, formalin, nitrit, arsen, dan sianida.
“Dari sekitar 1.800 penerima manfaat MBG pada hari itu, tidak ada laporan gangguan kesehatan serupa. Hanya satu kasus, dan secara medis ditemukan adanya pendarahan otak,” kata Nanik.
Hasil CT scan di RS Bhayangkara menunjukkan Fatih mengalami pendarahan otak. Ia kemudian dirujuk ke RS Tiara Sella untuk menjalani operasi bedah saraf, namun meninggal dunia sekitar 12 jam pascaoperasi. BGN menyampaikan duka cita mendalam dan mengimbau masyarakat tidak berspekulasi serta menunggu informasi resmi berbasis hasil medis dan laboratorium.
0 Dilihat
Baca juga

0 Response to "BGN Pastikan Kematian Siswa di Bengkulu Bukan Akibat Program Makan Bergizi Gratis"
Posting Komentar