Prabowo Sentil Pihak yang Mengejek MBG dan Besar-besarkan Kasus Keracunan
Presiden Prabowo Subianto
Dalam pidato pada sidang senat pengukuhan mahasiswa baru dan wisuda sarjana Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Sabtu (18/10/2025), Prabowo menyentil pihak-pihak yang ia sebut “merasa paling pintar” dan gemar menyindir program pemerintah.
"Ada beberapa orang pintar, beberapa saja orang pintar atau orang yang menganggap dirinya pintar ya kan? Atau menganggap dirinya orang paling pintar di Indonesia, yang selalu nyinyir, selalu mengejek program ini. Dan selalu mengangkat-angkat kesulitan atau kesalahan," kata Prabowo, Sabtu, dikutip dari YouTube UKRI.
Prabowo tidak menampik adanya persoalan dalam pelaksanaan MBG, termasuk kasus keracunan yang terjadi di berbagai daerah. Namun, ia menilai masalah tersebut tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menghentikan program.
"Memang program ini tidak sempurna. Dalam pelaksanaan sampai sekarang ada beberapa ribu anak yang sakit perut keracunan makan. Tapi yang dibesarkan adalah keracunan seolah-olah program ini harus dihentikan," ucap dia.
Prabowo menegaskan, MBG justru membawa dampak ekonomi yang signifikan. Program ini disebut telah menyalurkan 36,2 juta porsi makanan dan membuka lapangan kerja di tingkat lokal.
Menurutnya, setiap dapur umum MBG mempekerjakan sekitar 50 orang, serta melibatkan 15 pemasok bahan pangan di setiap wilayah pelaksana.
"Itu masing-masing supplier mempekerjakan 5 sampai 10 pekerja, petani, dan sebagainya. Saudara-saudara ini prestasi yang tidak sedikit, tidak kecil, dan ini kita dibicarakan di dunia internasional," kata Prabowo.
Prabowo juga membeberkan data resmi pelaksanaan MBG. Dari 1,4 miliar porsi makanan yang sudah dibagikan, jumlah kasus keracunan disebut hanya sekitar 8.000 kasus, atau 0,0007 persen.
"1,4 miliar porsi yang sudah dibagikan. Yang keracunan makan 8.000 kurang lebih, benar Pak Dadan (Kepala Badan Gizi Nasional)?. Jadi kalau diambil statistik adalah 0,0007 atau 0,0008. Artinya program ini 99,99 persen berhasil," kata Prabowo.
Meski demikian, Prabowo memastikan penyempurnaan terus dilakukan. Ia memerintahkan agar dapur umum MBG meningkatkan standar kebersihan dan peralatan memasak.
"Anak-anak sebelum makan cuci tangan yang benar, kalau perlu harus diajarkan bagaimana makan pakai sendok untuk mencegah. Kalau virus bakteri bisa dari mana saja, ini saya highlight ini, karena ini sangat penting," kata Prabowo.
Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen pemerintah melanjutkan program MBG.
"Kita ini dianggap penjuru (dunia) dianggap contoh, selain berhasil India, Indonesia dianggap yang paling berani dan kita sekarang dianggap ya salah satu yang paling cepat mencapai 36 juta penerima manfaat dalam waktu 1 tahun," ujar dia.
0 Dilihat
Baca juga

0 Response to "Prabowo Sentil Pihak yang Mengejek MBG dan Besar-besarkan Kasus Keracunan"
Posting Komentar