Ponpes Al-Khoziny Kembali Buka Kegiatan Belajar Pasca Musala Ambruk
Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo Jawa Timur
Ketua Alumni Ponpes Al-Khoziny, Zaenal Abidin, mengatakan sejumlah santri sudah kembali ke pondok. Untuk sementara, pihak pengelola pesantren menyiapkan fasilitas belajar darurat.
"Insyaallah malam ini sudah mulai ada santri yang kembali, karena sudah kami sampaikan via WA dan telepon. Khususnya santri yang sedang kuliah, juga yang Aliyah dan Tsanawiyah, sudah kami perbolehkan untuk kembali ke pondok," ujar Zaenal, Jumat (17/10/2025).
Pindah ke Kampus 2, Area Utama Masih Steril Polisi
Zaenal menjelaskan kegiatan belajar tidak lagi dipusatkan di area utama pesantren. Sebab, lokasi musala dan bangunan yang ambruk masih dipasangi garis polisi untuk keperluan penyelidikan.
"Untuk sementara, karena masih ada police line, kami gunakan kampus 2. Sudah kami hitung jumlah calon santri yang akan kembali, insyaallah sudah mencukupi," jelasnya.
Ia mengaku tidak bisa memastikan apakah jumlah santri yang kembali akan sama seperti sebelum musibah, namun pihak pesantren memastikan komitmennya di bidang pendidikan.
"Yang penting kewajiban keluarga ndalem adalah memberikan pelayanan pendidikan agar proses pembelajaran tidak terbengkalai," katanya.
Alumni Kawal Pemulihan Korban dan Trauma Healing
Selain menyiapkan keberlanjutan pendidikan, Forum Alumni Al-Khoziny akan fokus membantu pemulihan korban, terutama santri yang mengalami luka berat atau cacat fisik.
"Kami bersama para alumni siap mencarikan dana. Untuk korban yang mengalami cacat fisik, akan kami kawal agar mendapatkan beasiswa hingga jenjang S2. Kami juga sudah menyiapkan program trauma healing dengan mendatangi rumah korban," ungkap Zaenal.
Ia menerangkan, jaringan alumni Al-Khoziny tersebar di berbagai daerah bahkan hingga luar negeri dan siap bergerak dalam solidaritas untuk membantu pemulihan pascatragedi.
Soal Bangunan Tak Layak, Tunggu Hasil Investigasi
Menanggapi dugaan kelalaian konstruksi yang menyebabkan ambruknya bangunan, Zaenal menegaskan pihak ponpes menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwenang.
"Soal bangunan kami serahkan ke pengacara. Kami menunggu hasil investigasi para ahli. Kalau memang rekomendasinya harus dibongkar atau diperbaiki, kami siap melaksanakannya," tandasnya.
Hingga kini penyelidikan oleh aparat penegak hukum masih berjalan untuk mengungkap penyebab pasti runtuhnya bangunan yang memicu duka nasional tersebut. Sementara itu, pihak ponpes memastikan kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan tetap mengutamakan keselamatan santri.
0 Dilihat
Baca juga

0 Response to "Ponpes Al-Khoziny Kembali Buka Kegiatan Belajar Pasca Musala Ambruk"
Posting Komentar